<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>BloggerMajalengka.com &#124; Belajar dan Mengenal Sisi Lain Internet</title>
	<atom:link href="http://www.bloggermajalengka.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bloggermajalengka.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Blogger dari Majalengka. informasi seputar Majalengka, internet, wisata dan lainnya..</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 21:03:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Wow! Pisang Ajaib Buahnya Muncul dari Batang Pohon</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2012/01/wow-pisang-ajaib-buahnya-muncul-dari-batang-pohon.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2012/01/wow-pisang-ajaib-buahnya-muncul-dari-batang-pohon.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 20:44:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Mumun Surahman</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lain Lain]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Kebesaran Tuhan kembali ditampakkan. Seperti yang terjadi di Blok Sukalaya Desa Cinambo Kecamatan Bantarujeg Kabupaten Majalengka, sebuah pohon pisang berbuah tidak seperti lazimnya. Pohon pisang yang diketahui berjenis pisang nangka itu memiliki keunikan yakni dari bagian tengah-tengah batang pohon pisang tersebut telah keluar jantung bersama untaian sisir pisang. Fenomena Pohon Pisang Nangka “Ajaib” yang tidak lazim itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_234" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.bloggermajalengka.com/wp-content/uploads/2012/01/pohon_pisang_aneh.jpg"><img class="size-medium wp-image-234 " title="pohon_pisang_aneh" src="http://www.bloggermajalengka.com/wp-content/uploads/2012/01/pohon_pisang_aneh-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Pisang Nangka Ajaib</p></div>
<p>Kebesaran Tuhan kembali ditampakkan. Seperti yang terjadi di Blok Sukalaya Desa Cinambo Kecamatan Bantarujeg <strong><a title="Peta Majalengka dan Jalan Menuju ke Kabupaten Majalengka" href="http://www.bloggermajalengka.com/2010/08/peta-kabupaten-majalengka.html" target="_blank">Kabupaten Majalengka</a></strong>, sebuah pohon pisang berbuah tidak seperti lazimnya. Pohon pisang yang diketahui berjenis pisang nangka itu memiliki keunikan yakni dari bagian tengah-tengah batang pohon pisang tersebut telah keluar jantung bersama untaian sisir pisang.</p>
<p>Fenomena <a title="Pohon Pisang Nangka Ajaib" href="http://mumunsurahman.wordpress.com/2012/01/21/pohon-pisang-nangka-ajaib/" target="_blank"><strong>Pohon Pisang Nangka “Ajaib”</strong> </a>yang tidak lazim itu tentu saja menarik perhatian warga setempat. Tidak sedikit warga yang sengaja datang ingin menyaksikan pohon pisang ajaib itu. Bahkan, kejadian fenomena seperti itu ada sebagian warga yang menafsirkan jika pohon pisang ajaib itu akan mendatangkan sebuah keberkahan atau keberuntungan. Sebab, menurut penuturan sejumlah warga, tumbuhnya jantung dan untaian sisir pisang dari bagian tengah-tengah batang pisang itu merupakan baru pertama kalinya terjadi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2012/01/wow-pisang-ajaib-buahnya-muncul-dari-batang-pohon.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Download] Pedoman Pembuatan PTK</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/download-pedoman-pembuatan-ptk.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/download-pedoman-pembuatan-ptk.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 10:47:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[cara membuat PTK]]></category>
		<category><![CDATA[Pedoman PTK]]></category>
		<category><![CDATA[Penelitian Tindakan Kelas]]></category>
		<category><![CDATA[PTK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[Secara singkat, penelitian tindakan adalah suatu bentuk peneli- tian refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Secara singkat, penelitian  tindakan adalah suatu bentuk peneli- tian refleksi diri yang dilakukan  oleh para partisipan dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan)  untuk memperbaiki praktik yang dilakukan sendiri. Dengan demikian, akan  diperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai praktik dan situasi di  mana praktik tersebut dilaksanakan. Terdapat dua hal pokok dalam  penelitian tindakan yaitu perbaikan dan keterlibatan. Hal ini akan  mengarahkan tujuan penelitian tindakan ke dalam tiga area yaitu; (1)  untuk memperbaiki praktik; (2) untuk pengembangan profesional dalam arti  meningkatkan pemahaman para praktisi terhadap praktik yang dilaksana-  kannya; serta (3) untuk memperbaiki keadaan atau situasi di mana praktik  tersebut dilaksanakan.</p>
<p>Langsung saja,untuk mendownload Pedoman Pembuatan PTK silakan <a href="http://adf.ly/3in3X" target="_blank">KLIK DISINI</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/download-pedoman-pembuatan-ptk.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/pedoman-pelaksanaan-pendidikan-karakter.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/pedoman-pelaksanaan-pendidikan-karakter.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 14:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Karakter]]></category>
		<category><![CDATA[Pendikar]]></category>
		<category><![CDATA[RPP Karakter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=199</guid>
		<description><![CDATA[Melihat perkembangan berita terbaru tentang perilaku generasi muda Indonesia tampaknya makin membuat kita mengelus dada ya . Bagaimana tidak, berita saat ini mayoritas menceritakan hal-hal negatif tentang perilaku generasi muda. Dari mulai tawuran dijalan-jalan umum, free sex yang merambah kota hingga pelosok, sampai fenomena narkoba dan bunuh diri. Tentu hal di atas menjadi keprihatinan kita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melihat perkembangan berita terbaru tentang perilaku generasi muda Indonesia tampaknya makin membuat kita mengelus dada ya <img src="http://messenger.msn.com/MMM2006-04-19_17.00/Resource/emoticons/sad_smile.gif" alt="Sad" />.  Bagaimana tidak, berita saat ini mayoritas menceritakan hal-hal negatif  tentang perilaku generasi muda. Dari mulai tawuran dijalan-jalan umum, <em>free sex </em>yang merambah kota hingga pelosok, sampai fenomena narkoba dan bunuh diri.</p>
<p>Tentu  hal di atas menjadi keprihatinan kita bersama, terutama yang berprofesi  sebagai pendidik. Harus ada upaya serius dan sungguh-sungguh untuk  mengatasinya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan  merancang program Pendidikan karakter yang disingkat Pendikar, karena  menurut pemerintah pangkal persoalan-persoalan yang menjangkiti generasi  muda saat ini adalah miskinnya karakter. Memang banyak pengamat yang  meragukan efektifitas dari pendikar ini dikarenakan <em>mindset </em>yang digunakan masih cara lama.</p>
<p>Di tempat saya bertugas, pendikar ini sudah mulai dilaksanakan awal tahun ajaran kemarin. <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com" target="_blank">Saya</a> pribadi selaku pendidik berharap dengan adanya pendikar ini dapat  memperbaiki karakter generasi bangsa,walupun mungkin belum optimal.</p>
<p>Menurut  Balitbang Pusbuk Kemdiknas (2011) Pendidikan karakter ditempatkan  sebagai landasan untuk mewujudkan visi pembangunan nasional, yaitu  mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika, berbudaya,  dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila. Hal  ini sekaligus menjadi  upaya untuk mendukung perwujudan cita-cita sebagaimana diamanatkan dalam  Pancasila dan Pembukaan UUD 1945. Di samping itu,  berbagai persoalan  yang dihadapi oleh bangsa kita dewasa ini makin mendorong semangat dan  upaya pemerintah untuk memprioritaskan pendidikan karakter sebagai dasar  pembangunan pendidikan.  Semangat itu secara implisit ditegaskan dalam  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2005-2015, di  mana Pemerintah menjadikan pembangunan karakter sebagai salah satu  program prioritas pembangunan nasional. Upaya pembentukan karakter  sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan  di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar dan luar  sekolah, akan tetapi juga melalui pembiasaan (habituasi) dalam  kehidupan, seperti: religius, jujur, disiplin, toleran, kerja keras,  cinta damai, tanggung-jawab, dan sebagainya. Pembisaan itu bukan hanya  mengajarkan (aspek kognitif) mana yang benar dan salah, akan tetapi juga  mampu merasakan (aspek afektif) nilai yang baik dan tidak baik serta  bersedia melakukannya (aspek psikomotorik) dari lingkup terkecil seperti  keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di<br />
masyarakat.  Nilai-nilai tersebut perlu ditumbuhkembangkan peserta didik yang pada  akhirnya akan menjadi pencerminan hidup bangsa Indonesia. oleh karena  itu, sekolah memiliki peranan yang besar sebagai pusat pembudayaan  melalui pengembangan budaya sekolah (<em>school culture).</em></p>
<p>Bagi anda yang membutuhkan pedoman pelaksanaan pendikar silakan <a href="http://www.mediafire.com/?d8n69sv9gqrrais" target="_blank">DOWNLOAD DISINI</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/12/pedoman-pelaksanaan-pendidikan-karakter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[Free Download] ebook Sisi Gelap Harry Potter</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-ebook-sisi-gelap-harry-potter.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-ebook-sisi-gelap-harry-potter.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 12:46:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[ebook harry potter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=195</guid>
		<description><![CDATA[Maret 2000, Carol Rookwood, Kepala Sekolah Gereja St Mary&#8217;s Island di Catham, Inggris, telah mendengar jika rekan-rekan sejawatnya di Amerika Serikat telah melarang seluruh anak didiknya untuk membaca semua novel Harry Potter (saat itu film pertama Harry Potter belum rilis). Akhirnya Carol Rookwood pun mengikti jejak mereka. Dia dengan tegas melarang seluruh anak didiknya untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank"><img class="aligncenter" title="harry-potter.jpg" src="http://fauzi15dpk.files.wordpress.com/2010/01/harry-potter.jpg" alt="" width="287" height="389" /></a></p>
<p>Maret 2000, Carol Rookwood, Kepala Sekolah Gereja St Mary&#8217;s Island di Catham, Inggris, telah mendengar jika rekan-rekan sejawatnya di Amerika Serikat telah melarang seluruh anak didiknya untuk membaca semua novel Harry Potter (saat itu film pertama Harry Potter belum rilis). Akhirnya<br />
Carol Rookwood pun mengikti jejak mereka. Dia dengan tegas melarang seluruh anak didiknya untuk membaca novel Hary Potter.<br />
“Semua novel yang dikarang perempuan penulis dari Edinburg itu bertentangan dengan apa yang diajarkan Alkitab. …tukang sihir, setan, dan iblis semuanya jahat.  Tidak ada sihir yang baik!” tandas Rookwood. (BBC, “School Bans Harry Potter”, 29/3/2000).<br />
Sikap Rookwood dikecam The National Secular Society. Ketua “Masyarakat Sekular Inggris”, Keith Porteous Wood menyatakan, “Selama berabad-abad, imajinasi anak-anak telah tumbuh bersama kisah-kisah dongeng tentang tukang sihir dan peri.  Sikap melarang membaca buku yang sangat populer itu akan sangat merugikan (anak-anak).”<br />
JK. Rowling sendiri menjawab, “Saya tidak terlalu merisaukan kontroversi yang ada mengenai buku saya. Saya hanya menulis sesuatu hal yang sudah ada berabad lalu, pertempuran antara kekuatan kebaikan melawan kekuatan jahat. Pertempuran antara Tuhan dan Setan.”<br />
Di Indonesia, kontroversi seperti itu juga terjadi walau tidak segencar di Inggris dan Amerika. Ada dua kemungkinan: Pertama, masyarakat di sini merasa akidahnya sudah sedemikian kuat sehingga tidak merasa cemas dengan segala dampak negatif yang ada. (Mungkin mereka ini beranggapan,<br />
“Jangankan Harry Potter, majalah Playboy saja direstui pemerintah dan dijual bebas di mana-mana, toh tidak apa-apa”). Dan yang kedua, masyarakat di sini masih minim pengetahuannya tentang akidah, sehingga demikian permisif dengan simbol dan ritual satanic yang memang banyak<br />
dipaparkan dalam novel-novel Harry Potter tersebut. Atau bisa jadi,  The Mind Control yang<br />
dilancarkan kelompok “Dia yang tidak boleh disebut namanya” sudah berhasil di negeri ini sehingga apa pun boleh-boleh saja.</p>
<p>Menelisik novel perdana Harry Potter yang begitu banyak istilah sihir, simbol, binatang, dan ritual okultisme purba—seperti Black-Cat, Owl, Jubah Hitam, ‘Minerva’ McGoganall, Bolt of Lightning, Ular, Sapu Terbang, Quidditch, Mirror of Erised, Nicholas Flamel “Sang Grandmaster Illuminati”,<br />
Unicorn, Batu Bertuah—yang terjalin dengan begitu cermat dalam kisah dan intrik yang dialami Harry Potter di masa awal bersekolah di Hogwarts, sulit untuk membayangkan hal itu bisa dihasilkan dari seorang ibu rumah tangga biasa yang selama ini disematkan pada sosok JK. Rowling.</p>
<p>Silakan untuk mendownload <a href="http://www.mediafire.com/?ckwgdzzmnz0" target="_blank">KLIK DISINI </a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-ebook-sisi-gelap-harry-potter.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warga Majalengka Terancam dihukum Pancung di Arab Saudi</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/warga-majalengka-terancam-dihukum-pancung-di-arab-saudi.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/warga-majalengka-terancam-dihukum-pancung-di-arab-saudi.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 06:17:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Cikeusik]]></category>
		<category><![CDATA[Sukahaji]]></category>
		<category><![CDATA[TKW Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Tuti Tursilawati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Seorang warga Majalengka,tepatnya warga Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji bernama Tuti Tursilawati saat ini terancam akan mendapatkan hukuman pancung di Saudi Arabia. Tuti lahir di Majalengka 6 Juni 1984, janda satu anak ini akan menyambut ajal di Arab Saudi. Negeri yang diimpinkan Tuti bisa mengubah hidup susah  di Majalengka jadi bahagia. Ia terancam dipenggal sesudah Lebaran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-218" title="warga-majalengka" src="http://www.bloggermajalengka.com/wp-content/uploads/2011/10/warga-majalengka.png" alt="warga-majalengka" width="300" height="225" /></p>
<p>Seorang warga Majalengka,tepatnya warga Desa Cikeusik Kecamatan Sukahaji bernama Tuti Tursilawati saat ini terancam akan mendapatkan hukuman pancung di Saudi Arabia. Tuti lahir di Majalengka 6 Juni 1984, janda satu anak ini akan menyambut  ajal di Arab Saudi. Negeri yang diimpinkan Tuti bisa mengubah hidup  susah  di Majalengka jadi bahagia. Ia terancam dipenggal sesudah Lebaran  Haji ini.</p>
<p>Derita Tuti bermula dari 11 Mei 2011.  Sudah berulangkali majikan  memperkosanya. Ia sudah muak dan jengkel alang kepalang.  Hari itu,  ketika sang majikan berusaha memperkosa lagi, ia memukul dengan kayu.   Sang majikan terjatuh.</p>
<p>Sesudah sang majikan tidak berdaya, ia kabur sejadi-jadinya. Tuti  juga membawa uang gaji senilai 31.500 real Saudi. Juga membawa sebuah  jam tangan dari rumah keluarga sang majikan. Tuti berlari menuju Mekkah.  Di tengah jalan bertemu seorang pria. Lari dari kengerian, Tuti  gembira. Apalagi pria itu memberi pertolongan. Memberi tumpangan mobil.</p>
<p>Luput dari mulut harimau, masuk mulut singa. Seperti itulah nasib  Tuti di hari nahas itu. Pria itu malah membawanya ke sebuah rumah  kosong. Menyekapnya di sana. Dan astaga!  Laki-laki ini mengundang 9  kawan. Mereka memperskosa Tuti beramai-ramai.  Sesudah itu mereka  melepas Tuti  di Mekkah. Para berandalan bejat itu membawa lari tasnya.</p>
<p>Tuti  kemudian ditangkap polisi. Di sidang. Divonis pancung. Kini ia menunggu  pancung di penjara Kota Thaif, Arab Saudi. Keluarga di Majalengka  terperanjat mendengar kabar itu.</p>
<p>Warjuki, sang ayah yang juga pernah merantau ke Arab Saudi, berusaha  keras membebaskan sang anak. Ia datang ke Jakarta. Bertemu sejumlah  kalangan. Datang ke Kementerian Luar Negeri.</p>
<p>Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah mengirim surat kepada Raja  Arab Saudi. Meminta bantuan raja mendekati  keluarga korban yang masih  menolak menerima diyat atau &#8216;uang darah&#8217; dan mendesak Tuti segera  dipancung. Maaf dari keluarga itu bisa membebaskan Tuti.</p>
<p>Untuk artikel ang sejenis silakan <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank">KLIK DISINI</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/warga-majalengka-terancam-dihukum-pancung-di-arab-saudi.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PSYCHOLINGUISTICS: LANGUAGE AND THE BRAIN</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/psycholinguistics-language-and-the-brain.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/psycholinguistics-language-and-the-brain.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 14:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bahasa Inggris]]></category>
		<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[produksi bahasa di otak]]></category>
		<category><![CDATA[psikolinguistik adalah]]></category>
		<category><![CDATA[Psycholinguistics is]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=186</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya tentang bahasa isyarat, bahasa tertulis dan Tuna Rungu. Artikel ini pernah dimuat di syaifulhijrah.blogspot.com. Artikel kali ini membahas hubungan antara bahasa dengan otak, diantaranya bagaimana proses produksi bahasa di otak dapat terbentuk. Semoga dapat membantu khususnya bagi para mahasiswa Bahasa Inggris dan umumnya bagi seluruh peminat bahasa. Silakan dikaji dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini lanjutan artikel sebelumnya tentang  bahasa isyarat, bahasa tertulis dan Tuna Rungu. Artikel ini pernah dimuat di <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com" target="_blank">syaifulhijrah.blogspot.com</a>. Artikel kali ini membahas hubungan antara bahasa dengan otak, diantaranya bagaimana  proses produksi bahasa di otak dapat terbentuk. Semoga dapat membantu  khususnya bagi para mahasiswa Bahasa Inggris dan umumnya bagi seluruh  peminat bahasa. Silakan dikaji dan mohon kritik serta sarannya <img src="http://www.zu14.cn/coolemotion/emotions/zz_14.gif" alt="" /> .</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-220" title="PSYCHOLINGUISTICS" src="http://www.bloggermajalengka.com/wp-content/uploads/2011/10/PSYCHOLINGUISTICS.png" alt="" width="238" height="212" /></p>
<p><strong>1. Brain Structure and Function</strong></p>
<p>Handedness  (left or right-handed) is directly related to the structure and  development of the brain. From the top of the spine upwards are the <em>medulla oblongata,</em> the <em>pons Varolii,</em> the <em>cerebellum </em>and the <em>cerebral cortex</em> (cerebrum) in that order. The cerebral cortex is characterized by a division into halves, termed <em>hemispheres,</em> which are connected by tissue called the <em>corpus collosum.</em> It is not evident exactly how important the actual size and weight of  the brain are, perhaps the ratio of brain to body size and weight which  is important. Size of the brain alone is not the crucial factor which  would explain human language and non-human lack of language. Structural  differences must exist which account for intelligence, language and  other highly cognitive functioning.</p>
<p><strong>2. Hemispheric Dominance and Lateralization</strong></p>
<p>The  left hemisphere controls the right side of the body, including the  right hand, the right arm and the right side of the face, while the  right hemisphere controls the left side of the body. For right-handed  persons, the left hemisphere generally dominate the right hemisphere,  with the result that those people tend to prefer their right hands. The  majority have left-brain dominance but their dominance is much less  marked than in naturally right-handed persons. This lack of strong  dominance for left-handers is believed to be a factor contributing to  speaking problems and to various reading and writing dysfunctions, such  as reversal of letters and words when reading and writing. Also, some  studies suggest that there are differences between the brains of males  and females. Females normally have a thicker left hemisphere (one  specialization of which involves general sensory functions) and males  have a thicker right hemisphere (one specialization of which involves  visual-spacial functions).</p>
<p>Language, logical and  analytical operations, and higher mathematics, for example, generally  occur in the left hemisphere of the brain, while the right hemisphere is  superior at recognizing emotions, recognizing faces and taking in the  structures of things globally without analysis. This separation of  structure and function in the hemispheres is technically referred to as <em>lateralization :</em> incoming experiences are received by the left or right hemisphere  depending on the nature of those experiences, be they speech, faces or  sensations of touch. Associated with lateralization is what might be  termed ‘earedness’, where right-handed persons with lateralization for  language in the left hemisphere will perceive more readily <em>speech</em> sounds through the right ear than the left.</p>
<p>The main language centers in the left hemispheres are <em>Broca’s area,</em> in the front part of the brain, <em>Wernike’s area</em>, towards the back, and the <em>angular gyrus, </em>which is even further back. Broca’s area and Wernike’s area are connected by tissue (the <em>arcuate fasciculus</em>). These areas are not found in the right hemisphere. Generally, only the left hemisphere is used for speaking and writing.</p>
<p><strong>3. Language Areas and Functioning</strong></p>
<p>Language areas :</p>
<p>1.  The front part of the parietal lobe, along the fissure of Rolando, is  primarily involved in the processing of sensation, and may be connected  with the speech and auditory areas at a deeper level.</p>
<p>2.  The area in front of the fissure of Rolando is mainly involved in motor  functioning, and is thus relevant to the study of speaking and writing.</p>
<p>3.  An area in the upper back part of the temporal lobe, extending upwards  into the parietal lobe, plays a major part in the comprehension of  speech. This is ‘Wernicke’s area’.</p>
<p>4. In the  upper part of temporal lobe is the main area involved in auditory  reception, known as ‘Heschl’s gyri’, after the Austrian pathologist R.L.  Heschl (1824-1881).</p>
<p>5. The lower back part of the frontal lobe is primarily involved in the encoding of speech. This is ‘Brocha’s area’.</p>
<p>6.  Another area towards the back of the frontal lobe may be involved in  the motor control of writing. It is known as ‘Exner’s centre’, after the  German neurologist Sigmund Exner (1846-1926).</p>
<p>7. Part of the left parietal region, close to Wernicke’s area, is involved with the control of manual singing.</p>
<p>8. The area at the back of the occipital lobe is used mainly for the processing of visual input.</p>
<p>Wernicke  observed that Broca’s area was near that part of the brain which  involves the muscles which control speech while the area which he  identified, later called Wernicke’s area, was near the part of the brain  which receives auditory stimuli. Based on these observations, Wernicke  hypothesized that the two areas must in some way be connected. Later  research showed that they are indeed connected, being connected by the  arcuate fasciculus.</p>
<p>Some of the neural pathways that are considered to be involved in the processing of spoken language.</p>
<p>1. <em>Speech production.</em> The basic structure of the utterance is thought to be generated in  Wernicle’s area and is sent to Broca’s area for encoding. The motor  programme is then passed on to the adjacent motor area, which governs  the articulatory organs.</p>
<p>2. <em>Reading aloud.</em> The written form is first received by the visual cortex, then  transmitted via the angular gyrus to Wernicle’s area, where it is  thought to be associated with the auditory representation. The utterance  structure is then sent on to Broca’s area.</p>
<p>3. <em>Speech comprehension</em>.  The signals arrive in the auditory cortex from the ear, and are  transferred to the adjacent Wernicle’s area, where they are interpreted.</p>
<p>Although  most language processes occur in Broca’s area, Wernicke’s area and the  angular gyrus, some language functioning does occur elsewhere in the  left hemisphere, and some even occurs in the right ‘non-language’  hemisphere.</p>
<p><strong>4. Brain Maturation and Critical Age for Learning Language</strong></p>
<p>Five  years could not be a critical age because it is a commonplace  observation that children learn a second language easily until about 12  years of age and that almost everyone can learn some or most of a second  language after that age. Children are generally better than adults at  acquiring native-speaker <em>pronunciation</em> in a second language.</p>
<p><strong>5. Language Disorders</strong></p>
<p>Language  disorders, known as aphasias, are presumed to have as their cause some  form of damage to some specific site in the hemisphere where language is  located. Such damage causes characteristic problems in spontaneous  speech, as well as in the understanding of speech and writing.</p>
<p><strong>5.1. Broca’s Aphasia</strong></p>
<p>Broca’s  aphasia is characterized by meaningful but shortened speech and also  occurs in writing. There is a loss of syntactic knowledge in both speech  production and understanding for those with Broca’s aphasia.  Interestingly, people with Broca’s aphasia can often sing very well,  even using the same words and structures which they are unable to utter  in conversation.</p>
<p><strong>5.2. Wernicke’s Aphasia</strong></p>
<p>This  condition is characterized by speech with often resembles what is  called nonsense speech or double-talk. It sounds right and is  grammatical but it is meaningless. It can seem so normal that the  listener thinks that he or she has, as is often the case in ordinary  conversation, somehow misheard what was said and therefore did not  understand it. Patients with Wernicke’s aphasia also commonly provide  substitute words for the proper ones on the basis of similar sounds,  associations or other features.</p>
<p><strong>5.3. Other Speech-related Aphasias</strong></p>
<p>Damage to the area which leads into wernicke’s area from the auditory cortex may result in <em>pure word deafness,</em> where one cannot recognize the sounds of words as speech but can hear other types of sounds. A condition known as <em>conduction aphasia</em> is characterized by a poor ability to repeat words despite relatively good comprehension. <em>Anomic aphasia</em> involves problem in finding the proper words for spontaneous speech,  even though language comprehension and repetition are good. <em>Apraxia </em>is inability to respond appropriately to verbal commands. <em>Global aphasia</em> is a terrible condition in which many or all aspects of language are  severely affected, presumably due to massive damage at numerous sites in  the left hemisphere or to critical connections between language areas.</p>
<p><strong>5.4. Reading and Writing Aphasias : Dyslexias</strong></p>
<p>The type of aphasia which involves disorders in reading and writing is called <em>dyslexia.</em> It may be subdivided into two basic categories: <em>alexia</em>, which involves disorders in reading, and <em>agraphia</em>, which involves disorders in writing.</p>
<p><strong>5.5. Localism and Holism</strong></p>
<p>The <em>localist</em> model is the particular model of looking at the structure and function  of language by relating specific aspects of language to certain  localized areas of the brain. Although it is true that certain areas of  the brain are involved in language, it is also necessary to take into  account holistic or global brain phenomena in order to understand the  effect on language of broader psychological factors, such as attention  span, motivation, alertness, the rate at which auditory and visual  memory traces dissipate, etc. A <em>holistic</em> type of model does just this.</p>
<p><strong>5.6. Sign Language Aphasia</strong></p>
<p>Native  signers of American Sign Language who have suffered trauma such as a  stroke (cerebral infarction) to the left hemisphere will produce sign  language equivalents of Broca’s aphasia or Wernicke’s aphasia. Signers  who have suffered damage to the right hemisphere generally do not  display aphasia symptoms in the production of signs.</p>
<p><strong>6. Methods of Investigating Brain and Language</strong></p>
<p><strong>6.1. Established Methods: Post-mortem, Injured People, Electrical Stimulation</strong></p>
<p>The  oldest method, that used by Broca himself, is the post-mortem  examination of the brain of patients who had displayed language  disorders while they were alive. A person might require—because of an  accident or a tumour for example—the removal of a lobe of the brain  (lobectomy) or even of an entire hemisphere (hemispherectomy). A more  recent method, pioneered by Penfield in the 1950s, involves the  electrical stimulation of the cerebral cortex in patients who are  conscious during brain surgery (electroencephalography).</p>
<p><strong>6.2. New High-Tech Methods: CAT and PET</strong></p>
<p>CT  (best known as CAT, Computerized Axial Tomography) and PET (Positron  Emission Tomography) are the most widely used in this regard. A CAT scan  involves using an X-ray source so as to make numerous slice scans, the  images of which are integrated by computer to construct an image of the  whole brain or portion of it. The PET procedure involves injecting a  mildly radioactive substance into the blood and then tracing the blood  flow patterns within the brain by means of special detectors surrounding  the person’s head.</p>
<p>The New York Times News Service reported that, by means of PET:</p>
<p>1.  The brain distributes language processing over a few or many cerebral  areas. According to researcher George Ojemann, many additional areas of  the brain, besides Broca’s and Wernicke’s areas, are involved in  language.</p>
<p>2. Second languages are rather loosely organized in the brain. A second language can even be localized in the right hemisphere.</p>
<p><strong>7. Mind and Brain</strong></p>
<p>Without  brain, there would be no mind. Is there a perfect correlation between a  person’s experiences and the events which take place in the brain?  While there is strong evidence of a general dependence of mental  occurrences on the functioning of the brain, it has never been shown  that the correspondence is so exact that from observation of a person’s  brain one could arrive at a knowledge of the person’s experiences in  every detail.</p>
<p>Are events in the mind wholly  determined by other events? The determinism of events can be physical or  it can be mental, or both, depending on whether one takes a dualist or  monist view of the universe.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/psycholinguistics-language-and-the-brain.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengertian, Deskripsi,Pengaruh Positif dan Pengaruh Negatif Permainan PLAYSTATION</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/pengertian-deskripsipengaruh-positif-dan-pengaruh-negatif-permainan-playstation.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/pengertian-deskripsipengaruh-positif-dan-pengaruh-negatif-permainan-playstation.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Oct 2011 14:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Deskripsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pengaruh Positif dan Pengaruh Negatif Permainan PLAYSTATION]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=184</guid>
		<description><![CDATA[1. Pengertian PlayStation Saat ini tampaknya tidak ada anak kecil di wilayah Kabupaten Majalengka yang tidak mengetahui apa itu PlayStation. Ini implikasi dari meluasnya pengaruh PlayStation di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Dalam situs wikipedia ensiklopedia bebas (http:// www.wikipedia.com/PlayStation, diakses 24 April 2009), pengertian PlayStation adalah “32-bit generasi kelima video game konsol dirilis oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>1. Pengertian PlayStation</strong></p>
<p>Saat  ini tampaknya tidak ada anak kecil di wilayah Kabupaten Majalengka yang  tidak mengetahui apa itu PlayStation. Ini implikasi dari meluasnya  pengaruh PlayStation di Indonesia dan juga di seluruh dunia. Dalam situs  wikipedia ensiklopedia bebas (http:// www.wikipedia.com/PlayStation,  diakses 24 April 2009), pengertian PlayStation adalah “32-bit generasi kelima video game konsol dirilis oleh Sony Computer Entertainment pada bulan Desember 1994”.</p>
<p>Permainan  PlayStation ini merupakan permainan berbasis program komputer yang  memberikan jenis permainan baru yang sangat disukai anak-anak. Permainan  ini disukai karena banyak menawarkan beraneka ragam tema, gambar serta  efek suara yang menarik. Anak dapat memainkan permainan sepak bola,  balap mobil, balap motor, permainan detektif, penelusuran hutan rimba,  dan beragam tema lainnya. Selain itu anak juga dapat memilih tokoh dalam  cerita tersebut yang diimajinasikannya sebagai dirinya, misalnya anak  memilih dirinya sebagai “Rambo” yang mempunyai senjata yang canggih  untuk menumpas penjahat, atau anak dapat memilih jenis mobil yang paling  cepat agar dapat memenangkan permainan balap mobil dalam permainan  PlayStation balap, dan lain-lain. Selain itu, PlayStation juga mempunyai  keunggulan mudah dioperasikan.</p>
<p>Artikel di atas  adalah ringkasan, untuk mendapatkan keseluruhan isi artikel, Sobat dapat  mendownload filenya secara gratis dan file dalam bentuk Microsoft Word  (rtf) melalui Mediafire, <a href="http://www.mediafire.com/?dsu6yr1pc4y73gx" target="_blank">KLIK DISINI</a></p>
<p>=============================================================</p>
<p>Tulisan ini pernah dimuat di <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank">syaifulhijrah.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/pengertian-deskripsipengaruh-positif-dan-pengaruh-negatif-permainan-playstation.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Part 2)</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-2.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 11:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[metode inkuiri]]></category>
		<category><![CDATA[Metode inquiry]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=181</guid>
		<description><![CDATA[A. Kelebihan dan Kekurangan Metode Mengajar Inquiry Metode mengajar inquiry mengandung proses mental yang tingkatannya cukup tinggi. Proses mental yang ada pada inquiry diantaranya : merumuskan masalah, membuat hipotesis, mendesain eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik kesimpulan. Dalam pembelajaran inquiry, kegiatan belajar mengajar harus direncanakan agar siswa memperoleh pengalaman, sehingga berkesempatan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Kelebihan dan Kekurangan Metode Mengajar <em>Inquiry</em></strong></p>
<p>Metode mengajar <em>inquiry</em> mengandung proses mental yang tingkatannya cukup tinggi. Proses mental yang ada pada <em>inquiry </em>diantaranya  : merumuskan masalah, membuat hipotesis, mendesain eksperimen,  melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisis data, dan menarik  kesimpulan. Dalam pembelajaran <em>inquiry,</em> kegiatan belajar mengajar harus direncanakan agar siswa memperoleh pengalaman, sehingga berkesempatan untuk mengalami proses <em>inquiry.</em></p>
<p>Dalam pembelajaran <em>inquiry,</em> guru jarang menerangkan tetapi banyak mengajukan pertanyaan. Dengan  pertanyaan, guru dapat membantu siswa dalam berpikir. Guru dapat  mengajukan pertanyaan yang sesuai pada setiap individu siswa, sehingga  mampu mengorganisasi pendapat serta dapat meningkatkan pengertian  terhadap segala sesuatu yang sedang dibahas. Dan siswa mampu menemukan  sendiri konsep/prinsip yang direncanakan guru untuk dimiliki siswa.</p>
<p>Diskusi dalam pembelajaran <em>inquiry,</em> guru mengarahkan kegiatan mental siswa sesuai dengan perencanaan. Siswa  lebih banyak terlibat, sehingga tidak hanya mendengarkan ceramah dari  guru, melainkan mendapat kesempatan untuk berpikir. Siswa dapat  merumuskan jawaban dari masalah yang disajikan dalam diskusi. Karena  ’dipaksa berpikir’, perkembangan kognitif setiap individu lebih  dimungkinkan terlaksana. Keuntungan menggunakan metode mengajar <em>inquiry</em> adalah :</p>
<p>1.  Perkembangan cara berpikir ilmiah, seperti menggali pertanyaan, mencari  jawaban, dan mengumpulkan/memproses keterangan dengan <em>inquiry approach</em> dapat dikembangkan seluas-luasnya.</p>
<p>2. Dapat melatih siswa untuk belajar sendiri dengan positif sehingga dapat mengembangkan pendidikan demokrasi.</p>
<p>Selain keuntungan diskusi dalam pembelajaran inquiry pun mempunyai kelemahannya, yaitu :</p>
<p>1.  Belajar mengajar dengan inquiry approach memerlukan kecerdasan siswa  yang tinggi. Bila siswa kurang cerdas, hasilnya kurang efektif.</p>
<p>2. <em>Inquiry approach</em> kurang cocok pada siswa yang usianya terlalu muda, misalnya Sekolah Dasar (SD) kelas 1, 2, dan 3.</p>
<p><strong>B. Penerapan Metode Mengajar <em>Inquiry</em> dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar</strong></p>
<p>Sains  bisa disebut juga Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sains berhubungan dengan  cara mencari tahu tentang alam secara sistematis, Sehingga Sains bukan  hanya penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta,  konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu  proses penemuan. Pendidikan Sains diharapkan dapat menjadi wahana bagi  peserta didik untuk mempelajari diri sendiri dan alam sekitar, serta  prospek pengembangan lebih lanjut dalam menerapkannya di dalam kehidupan  sehari-hari. Proses pembelajarannya menekankan pada pemberian  pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan  memahami alam sekitar secara ilmiah. Pendidikan Sains diarahkan untuk  inkuiri dan berbuat sehingga dapat membantu peserta didik untuk  memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang alam sekitar.  (Depdiknas, <em>CD ROM KTSP 2006</em>).</p>
<p>Sains  diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan manusia  melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan.  Penerapan Sains perlu dilakukan secara bijaksana agar tidak berdampak  buruk terhadap lingkungan. Di tingkat SD/MI diharapkan ada penekanan  pembelajaran <em>Salingtemas</em> (Sains, lingkungan, teknologi, dan  masyarakat) yang diarahkan pada pengalaman belajar untuk merancang dan  membuat suatu karya melalui penerapan konsep Sains dan kompetensi  bekerja ilmiah secara bijaksana.</p>
<p>Pembelajaran Sains sebaiknya dilaksanakan secara inkuiri ilmiah (<em>scientific inquiry</em>)  untuk menumbuhkan kemampuan berpikir, bekerja dan bersikap ilmiah serta  mengkomunikasikannya sebagai aspek penting kecakapan hidup. Oleh karena  itu pembelajaran Sains di SD/MI menekankan pada pemberian pengalaman  belajar secara langsung melalui penggunaan dan pengembangan keterampilan  proses dan sikap ilmiah.</p>
<p>Standar Kompetensi  (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) Sains di SD/MI merupakan standar minimum  yang secara nasional harus dicapai oleh peserta didik dan menjadi acuan  dalam pengembangan kurikulum di setiap satuan pendidikan. Pencapaian SK  dan KD didasarkan pada pemberdayaan peserta didik untuk membangun  kemampuan, bekerja ilmiah, dan pengetahuan sendiri yang difasilitasi  oleh guru.</p>
<p>Mata Pelajaran Sains di SD/MI bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :</p>
<p>1.  Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan  keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya</p>
<p>2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari</p>
<p>3.  Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip dan kesadaran tentang  adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,  teknologi dan masyarakat</p>
<p>4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan</p>
<p>5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam</p>
<p>6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu ciptaan Tuhan</p>
<p>7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke SMP/MTs.</p>
<p>Adapaun ruang lingkup bahan kajian Sains untuk SD/MI meliputi aspek-aspek berikut :</p>
<ol>
<li>
<div>Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan, serta kesehatan</div>
</li>
</ol>
<p>2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas</p>
<ol>
<li>
<div>Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana</div>
</li>
</ol>
<p>4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.</p>
<p>Tidak semua materi dalam pelajaran Sains bisa disampaikan dengan metode <em>inquiry</em>. Hanya materi-materi tertentu yang mungkin disampaikan dengan metode <em>inquiry</em>. Kemudian tidak semua jenjang di Sekolah Dasar (SD) cocok menerapkan metode <em>inquiry</em> dalam pelajaran Sains. Yang cocok menerapkan metode <em>inquiry</em> dalam pelajaran Sains adalah kelas 4, 5 dan 6, terutama kelas 6 yang paling cocok menerapkan metode <em>inquiry</em> dalam pembelajaran Sains.</p>
<p>Penulis mengambil materi pelajaran Sains dari kelas 6 untuk disampaikan dengan menggunakan metode <em>inquiry</em>. Alokasi waktu adalah 2 jam pelajaran. Dengan rincian sebagai berikut :</p>
<p>1. Standar Kompetensi</p>
<p>Memahami energi dan perubahannya.</p>
<p>2. Kompetensi Dasar</p>
<p>Menyelidiki berbagai cara perpindahan energi panas dan listrik.</p>
<p>3. Indikator</p>
<p>a. Menunjukkan gejala kelistrikan, misalnya : pengaruh menggosok benda.</p>
<p>b. Mengidentifikasi berbagai sumber energi listrik.</p>
<p>4. Materi Pokok</p>
<p>Perpindahan energi panas dan listrik.</p>
<p>5. Metode Pembelajaran</p>
<p>a. Ceramah</p>
<p>b. <em>Inquiry</em></p>
<p>6. Tujuan Pembelajaran</p>
<p>a. Mengetahui gejala kelistrikan, misalnya : pengaruh menggosok benda.</p>
<p>b. Mengetahui berbagai sumber energi listrik.</p>
<p>7. Alat dan Sumber Belajar</p>
<p>a. Buku paket Sains kelas VI</p>
<p>b. Penggaris plastik</p>
<p>c. Sobekan kertas</p>
<p>8. Langkah-langkah Kegiatan</p>
<p>a. Kegiatan Awal</p>
<p>1) Siswa diminta berdoa dipimpin oleh ketua kelas.</p>
<p>2) Absensi.</p>
<p>3)  Apersepsi. Beberapa siswa ditanya satu per satu secara acak tentang  pelajaran sebelumnya tentang perpindahan panas. Siswa diperkenalkan  materi pelajaran hari ini.</p>
<p>b. Kegiatan Inti</p>
<p>1) Siswa diberi penjelasan singkat tentang energi listrik dan gejala kelistrikan.</p>
<p>2) Siswa dibantu guru melakukan percobaan penggaris yang digosokkan ke rambut untuk dapat menarik sobekan kertas.</p>
<p>3) Siswa diberi penjelasan singkat oleh guru tentang sumber-sumber energi listrik.</p>
<p>4) Kelompok diminta mendiskusikan sumber-sumber energi listrik dan menuliskannya dalam selembar kertas.</p>
<p>5) Perwakilan masing-masing kelompok mengungkapkan hasil diskusinya di depan kelas dan mengumpulkannya kepada guru.</p>
<p>c. Kegiatan Akhir</p>
<p>1) <em>Post test</em> lisan. Guru menunjuk secara acak satu per satu siswa untuk ditanya  tentang pemahaman dan kesimpulan mereka atas serangkaian kegiatan yang  telah mereka lakukan tadi.</p>
<p>2) Siswa diminta untuk menyimpulkan tentang materi perpindahan energi panas dan listrik melalui metode <em>inquiry</em> tadi.</p>
<p>Dari serangkaian kegiatan pembelajaran sains dengan penggunaan metode <em>inquiry</em> di atas, dari mulai kegiatan awal, inti hingga kegiatan akhir, namapak  jelas bahwa siswa lah yang lebih banyak aktif. Guru lebih bersikap pasif  dan berperan sebagai fasilitator. Dari mulai penemuan masalah dengan  percobaan (eksperimen) sampai menemukan kesimpulan dengan cara diskusi  menunjukkan bahwa memang siswa lah yang bersikap aktif. Guru hanya  berusaha mencoba merangsang proses mental dan intelektual dengan banyak  bertanya kepada para siswa secara acak. Inilah esensi dari metode  mengajar <em>inquiry.</em></p>
<p><strong>C. Hambatan-hambatan yang Muncul pada Penerapan Metode Mengajar <em>Inquiry</em> dalam Pembelajaran Sains di Sekolah Dasar</strong></p>
<p>Kegiatan <em>inquiry</em> pada pelajaran Sains kelas 6 yang telah dijabarkan pada sub bab diatas,  berpotensi menimbulkan hambatan-hambatan sebagai berikut :</p>
<p>1. Kemungkinan sebagian siswa tidak berperan serta aktif dalam metode <em>inquiry</em> ini sehingga justru menghambat jalannya pengajaran melalui metode ini.</p>
<p>2. Tingkat kedewasaan siswa kurang mencukupi untuk metode <em>inquiry</em> ini. Tuntutan peran terlalu tinggi sehingga siswa tidak mampu menjalankan peran ini dengan baik.</p>
<p>3. Persiapan dan penjelasan yang kurang dari guru bisa membuat metode <em>inquiry</em> ini terhambat. Siswa harus diberi penjelasan yang cukup sebelum acara  dimulai. Guru harus membantu persiapan sematang mungkin supaya proses  pembelajaran bisa berjalan dengan lancar.</p>
<p>4. Adanya keengganan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam metode <em>inquiry</em> ini. Siswa seringkali tidak bersedia untuk ikut serta dalam metode <em>inquiry</em> ini yang telah dirancang, walaupun guru menganggap siswa tersebut mampu berperan serta.</p>
<p>5. Kurang kompetennya guru dalam merancang dan mengendalikan metode <em>inquiry</em> ini dapat menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran.</p>
<p>== Untuk artikel yang sejenis dengan artikel di atas, <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank">KLIK DISINI</a> ==</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PENERAPAN METODE MENGAJAR INQUIRY DALAM PEMBELAJARAN SAINS DI SEKOLAH DASAR (Part 1)</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-1.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Oct 2011 10:26:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Blogger Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Indramayu]]></category>
		<category><![CDATA[Majalengka]]></category>
		<category><![CDATA[Metode inquiry]]></category>
		<category><![CDATA[metode pembelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=178</guid>
		<description><![CDATA[A. Teori tentang Metode Mengajar 1. Pengertian Metode Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (Ananda Santoso dan A.R. Al Hanif, 2001 : 254), yang dimaksud dengan metode adalah ”Cara yang telah terpikir baik-baik dan teratur untuk mencapai sesuatu maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya)”. Sedangkan yang dimaksud dengan metodik adalah “Pengetahuan tentang metode atau cara mengajar”. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>A. Teori tentang Metode Mengajar</strong></p>
<p><strong>1. Pengertian Metode</strong></p>
<p>Menurut <em>Kamus Lengkap Bahasa Indonesia </em>(Ananda  Santoso dan A.R. Al Hanif, 2001 : 254), yang dimaksud dengan metode  adalah ”Cara yang telah terpikir baik-baik dan teratur untuk mencapai  sesuatu maksud (dalam ilmu pengetahuan dan sebagainya)”. Sedangkan yang  dimaksud dengan metodik adalah “Pengetahuan tentang metode atau cara  mengajar”. Ada lagi kata-kata yang masih berasal dari satu akar, yaitu  metodis dan metodologi. Metodis mempunyai arti ”Menurut metode, dengan  cara yang teratur”, sedangkan metodologi mempunyai arti ”ilmu tentang  metode, ilmu mengajar (mendidik) dan sebagainya”.</p>
<p>Pengertian  metode yang menurut penulis paling tepat adalah yang diungkapkan oleh  Ignatius Ulihbukit Karo-karo dan kawan-kawan dalam bukunya yang berjudul  <em>Suatu Pengantar Kedalam Metodologi Pengajaran </em>(1975 : 7). Dalam buku itu dinyatakan bahwa :</p>
<p>…Metode  berasal dari bahasa Yunani, yaitu metha dan hodos. Metha berarti  melalui atau melewati, sedangkan hodos berarti jalan atau cara. Dengan  demikian metoda berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk  mencapai tujuan tertentu&#8230;</p>
<p><strong>2. Pengertian Mengajar</strong></p>
<p>Di dalam <em>Kamus Lengkap Bahasa Indonesia </em>(Ananda  Santoso dan A.R. Al Hanif, 2001 : 15), mengajar berasal dari kata ajar  yang mempunyai arti “Guru, sesuatu kepandaian yang diajarkan”. Sedangkan  menurut Ignatius Ulihbukit Karo-karo dan kawan-kawan (1975 : 8), yang  dimaksud dengan mengajar adalah ”Menyajikan bahan pelajaran atau proses  menyajikan bahan pelajaran”.</p>
<p><strong>3. Pengertian Metode Mengajar</strong></p>
<p>Menurut Nunung Sriwidianingsih dalam diktat yang berjudul <em>Startegi Belajar Mengajar</em> (2005 : 26) yang dimaksud dengan metode mengajar mempunyai pengertian :</p>
<p>…Teknik  penyajian yang dikuasai guru untuk mengajar/menyajikan bahan pelajaran  kepada siswa di dalam kelas, baik secara individu/kelompok agar  pelajaran itu dapat diserap, dipahami dan dimanfaatkan oleh siswa dengan  baik. Makin baik metode mengajar, makin efektif pula pencapaian tujuan.</p>
<p>Dengan  demikian dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud  dengan metode mengajar secara praktis adalah cara atau jalan yang harus  dilalui untuk mencapai tujuan dari proses menyajikan bahan pelajaran.</p>
<p><strong>B. Pengertian Metode Mengajar Inquiry</strong></p>
<p>Menurut <em>Kamus Inggris Indonesia</em> (John M. Echols dan Hassan Shadily, 1997 : 323), <em>inquiry </em>berasal dari kata <em>inquire</em> yang mempunyai arti “Menanyakan, meminta keterangan”, sedangkan inquiry mempunyai arti “penyelidikan”.</p>
<p>Sedangkan menurut Nunung Sriwidianingsih dalam diktat yang berjudul <em>Startegi Belajar Mengajar</em> (2005 : 28) yang dimaksud dengan inquiry adalah “Guru jarang  menerangkan tetapi banyak mengajukan pertanyaan”. Metode mengajar  inquiry menurut Zuhairini dan kawan-kawan (1983 : 86) disebut juga  metode mengajar tanya jawab. Lebih jauh dalam buku itu dinyatakan bahwa  inquiry adalah :</p>
<p>…Penyampaian pelajaran dengan  jalan guru mengajukan pertanyaan dan murid menjawab. Atau suatu metode  di dalam pendidikan dimana guru bertanya sedang murid menjawab tentang  bahan/materi yang ingin diperolehnya.</p>
<p>Dari  uraian diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pengertian metode  mengajar inquiry adalah cara atau jalan yang harus dilalui untuk  mencapai tujuan dari proses menyajikan bahan pelajaran dengan jalan guru  mengajukan pertanyaan dan murid menjawab.</p>
<p><strong>C. Pengertian Pembelajaran</strong></p>
<p>Pengertian  pembelajaran yang menurut penulis paling tepat adalah seperti yang  dikemukakan oleh Mohamad Surya dalam bukunya yang berjudul <em>Psikologi Pembelajaran dan Pengajaran</em> (2004 : 7). Dalam buku itu dinyatakan bahwa pengertian pembelajaran adalah :</p>
<p>&#8230;Pembelajaran  merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan dalam perilaku sebagai  hasil interaksi antara dirinya dengan lingkungannya dalam memenuhi  kebutuhan hidupnya. Secara lengkap, pengertian pembelajaran dapat  dirumuskan sebagai berikut : <em>”Pembelajaran ialah suatu proses yang  dilakukan oleh individu untuk memperoleh suatu perubahan perilaku yang  baru secara keseluruhan, sebagai hasil dari pengalaman individu itu  sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.</em></p>
<p>Masih  dalam buku yang sama, diungkapkan bahwa ada beberapa prinsip yang  menjadi landasan pengertian pembelajaran tersebut yaitu :</p>
<p>1. Pembelajaran sebagai usaha memperoleh perubahan perilaku.</p>
<p>2. Hasil pembelajaran ditandai denga perubahan perilaku secara keseluruhan.</p>
<p>3. Pembelajaran merupakan suatu proses.</p>
<p>4. Proses pembelajaran terjadi karena adanya sesuatu yang mendorong dan ada sesuatu tujuan yang akan dicapai.</p>
<p>5. Pembelajaran merupakan bentuk pengalaman.<em> </em></p>
<p><strong>D. Pengertian Sains</strong></p>
<p>Sains berasal dari bahasa Inggris yaitu <em>science. </em>Menurut <em>Kamus Inggris Indonesia</em> (1997 : 504), science mempunyai arti “ilmu pengetahuan”. Dalam  pembelajaran di sekolah, sains bisa dipadankan dengan ilmu pengetahuan  alam. Jadi yang dimaksud sains disini adalah ilmu pengetahuan yang  mempelajari alam dan hal-hal yang berhubungan dengannya seperti  gejala-gejala, hukum-hukum, unsur-unsur yang terdapat di dalamnya, dan  lain sebagainya.</p>
<p>Di tingkat sekolah lanjutan  seperti SMP dan SMA, sains sudah dipecah menjadi beberapa cabang ilmu,  yaitu : Fisika, Biologi, dan Kimia. Sementara dalam kurikulum di Sekolah  Dasar, sains diajarkan masih dalam satu induk pelajaran yaitu sains itu  sendiri sebagai padanan pelajaran ilmu pengetahuan alam.</p>
<p>== Untuk melihat artikel-artikel yang sejenis dengan artikel di atas, <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank">KLIK DISINI</a> ==</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/penerapan-metode-mengajar-inquiry-dalam-pembelajaran-sains-di-sekolah-dasar-part-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>[FREE DOWNLOAD] Al-Qur’an untuk Ms Word berikut Terjemah Bahasa Indonesia (Mediafire Link)</title>
		<link>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-al-qur%e2%80%99an-untuk-ms-word-berikut-terjemah-bahasa-indonesia-mediafire-link.html</link>
		<comments>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-al-qur%e2%80%99an-untuk-ms-word-berikut-terjemah-bahasa-indonesia-mediafire-link.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Oct 2011 10:04:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Pak Ferdi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Al-Qur’an di Ms Word]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten majalengka]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.bloggermajalengka.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Sobat BloggerMajalengka yang membutuhkan aplikasi yang bisa menampilkan ayat Al-Qur’an di Ms Word sekaligus membutuhkan terjemahannya dalam bahasa Indonesia,maka program ini adalah pilihan tepat. Langsung saja untuk mendownload &#62;&#62;&#62;&#62; KLIK DISINI Image source: http://syaifulhijrah.blogspot.com/]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://www.bloggermajalengka.com/wp-content/uploads/2011/10/quran-word.png" alt="quran untuk ms words" title="quran words" width="244" height="177" class="aligncenter size-full wp-image-213" /><br />
Bagi Sobat BloggerMajalengka yang membutuhkan aplikasi yang bisa menampilkan ayat  Al-Qur’an di Ms Word sekaligus membutuhkan terjemahannya dalam bahasa  Indonesia,maka program ini adalah pilihan tepat.</p>
<p>Langsung saja untuk mendownload &gt;&gt;&gt;&gt; <a href="http://www.mediafire.com/?1178a6arlv45r6p" target="_blank">KLIK DISINI</a></p>
<p>Image source: <a href="http://syaifulhijrah.blogspot.com/" target="_blank">http://syaifulhijrah.blogspot.com/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.bloggermajalengka.com/2011/10/free-download-al-qur%e2%80%99an-untuk-ms-word-berikut-terjemah-bahasa-indonesia-mediafire-link.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: http://www.w3-edge.com/wordpress-plugins/

Served from: www.bloggermajalengka.com @ 2012-05-19 18:55:15 -->
